Tuhan atau aku yang benar

to blog 1

Gila atau tidak waras sepertinya menjadi kalimat yang lebih cocok untuk menggambarkan diriku dalam memandang kehidupan, Pukul 03:30 dan ditemani suara radio lokal di kota Gudeg yang ada di Indonesia tidak cukup menghantarkan mataku ke dalam indahnya tepian mimpi. Jika dikatakan aku selalu berpura-pura dalah hidup ini merupakan kalimat yang mungkin saja untuk ku, terkadang aku harus bersandiwara dengan jiwaku sendiri dalm memandang kehidupan yang aku jalani.

Ketakutan akan suatu hal itu merupakan hal yang wajar di mata manusia, akan tetapi ketakutan yang aku buat terasa berbeda dari orang-orang lain pada umumnya. Dan aku tidak berhenti berdoa kepada Tuhan ku dalam agama ku, namun keputus asaan sepertinya semakin jelas dan menyeliputi diriku malam ini, Mungkin ini puncak diriku dalam keputus asaan atau baru awal permulaan.

Dan akupun bertanya jika disuruh memilih tentunya aku akan memilih untuk dilahirkan dengan selayaknya manusia pada umumnya yang mereka anggap wajar, ke anehan ku ini tidak wajar dimata mereka yang tidak berposisi ku, mungkin mereka akan memberikan judgement buruk tentang pandangan hidup yang aku anut dari lahir hingga saat ini, tetapi terkadang aku ingin tahu apa yang akan mereka katakan jika berada di posisi ku? akan kah mereka tetap dengan pendirian mereka ketika tidak di posisi ku?. Aku rasa mereka akan berpikiran sama dengan apa yang aku pikirkan saat ini.

Air mata terasa tidak cukup untuk menjawab semua kegelisahan ku yang aku alami, sulit untuk di mengerti dan dipahami itulah kata yang tepa untuk menjelaskan keadaan seorang diriku. Aku menanyakan kepada tuhan, aku berdoa kepada tuhan untuk yang aku sendiri lupa sudah berapa ratus miliar kali, dan sepertinya jawaban itu belum juga datang, ataukah memang tidak akan pernah datang. Mungkin kalimat yang aku buat merupakan dosa besar atau entahlah, yang jelas aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan saat ini. Salahkah jika aku menanyakan Aku atau Tuhan yang salah?..

Air mata ku tak sanggup berhenti mengalir akan hal kebingungan ku, carut marut dan semakin raib menjadi satu dalam hati, dosakah yang aku lakukan,.  Salahkan yang aku lakukan,,,

____________________

Ades Saputra

The little angle full of dream.

3 thoughts on “Tuhan atau aku yang benar

  1. Come on! Kamu pasti bisa! Tuhan tidak tidur! Tetap berjuang! Apapun langkahmu, dosa tidak dosa bukan kita yang memutuskan, itu urusan Tuhan dgn Malaikatnya! Sebarkan kebaikan di. Muka bumi!🙂
    Semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s