SIDANG ITSBAT VIRTUAL JAMAAH FACEBOOKER

1. Pemerintah : Kenapa Muhammadiyah selalu berbeda dgn Pemerintah?
Muhammadiyah: Muhammadiyah sekalipun tdk pernah berbeda dgn pemerintah, justru sebaliknya, pemerintahlah yg selalu berbeda dgn Muhammadiyah. Kan pemerintah selalu belakangan menetapkan awal puasa dan lebaran.

2. Pemerintah : Kenapa Muhammadiyah tdk tunduk pd ulil amri?
Muhammadiyah: Menurut AD/ART, Muhammadiyah selalu taat dan patuh pd ulil amri, selama ulil amrinya taat pd Allah dan rasul. Soal kenegaraan ulil amrinya pemerintah. Soal akidah dan ibadah ulil amrinya Majelis Tarjih. Bukankah dlm pilkada/pemilu pemerintah TIDAK BISA MEMAKSA warga utk memilih? Pdhal itu cuma urusan politik. Apalgi soal keyakinan akidah/ibadah, pemerintah semakin tdk bisa memaksa bukan?

3. Pemerintah : Kenapa bbrp kali Muhammadiyah beda dgn Saudi dlm puasa?
Muhammadiyah : Umat Islam hanya wajib ikut Saudi saat berhaji di Mekah, krn ka’bahnya kan di Mekah, bukan di Jakarta. adapun soal TEHNIS SHALAT, PUASA, ZAKAT dan sistem pemerintahan, umat Islam di seluruh dunia punya pandangan politik/mazhab masing2 yg berbeda dgn Saudi, walau scr prinsip umum keagamaan umat Islam sama dg Saudi

4. Pemerintah : kenapa Muhammadiyah tdk pakai rukyah/ikut sidang itsbat?
Muhammadiyah : krn metode rukyah merepotkan, sulit membuat planning liburan jauh2 hari. Repot booking hotel, katering, pesan tempat acara, dll. Lbh praktis metode hisab, sejak dini sdh bisa diprediksi, diantisipasi, ada kepastian dan ketenangan dl menjalankan ibadah. Zaman Nabi umatnya blm paham ilmu hisab/astronomi. Zaman kini semua sdh bisa dihitung, bukan? Muhammadiyah berpaham ISLAM BERKEMAJUAN, bukan Islam berkemunduran ke zaman Nabi. Toh Muhammadiyah tetap puasa 1 ramadhan, lebaran 1 syawal. Paling2 yg beda kan cuma harinya he he

5. Pemerintah : Koq Muhammadiyah selalu bikin ribut umat Islam Indonesia soal penetapan awal puasa dan lebaran?
Muhammadiyah: Lha, warga Muhammadiyah sekalipun tidak pernah meributkan hal tsb. Majelis Tarjih hanya sekedar mengumumkan dan menghimbau warganya saja koq, kapan awal puasa dan lebaran. Yg selalu bikin ribut itu kan org2 di luar Muhammadiyah saja. Warga Muhammadiyah sdh 100 tahun berpengalaman berbeda pendapat dan bertoleransi. Lbh tua dr umur Indonesia, bukan?

6. Pemerintah : kenapa Muhammadiyah terkesan tdk mau bersatu?
Muhammadiyah: Lha itu kan Cuma kesan. Lha, warga Muhammadiyah selalu mengajak persatuan dan ukhuwah. Bersatu itu kan tdk hrs menghilangkan adanya perbedaan. Dlm istilah persatuan kan scr implisit mengandung filosofi adanya perbedaan. Wong dlm rumahtangga saja selalu ada perbedaan, apalg dlm klrg besar 250 jt bgs Indonesia. Yg penting kan saling menghormati, bukan memaksakan kehendak. Berbeda aja koq repots. Ini kan soal keyakinan. Apakah yg biasa qunut subuh mau dipaksa utk meninggalkan keyakinan qunutnya, demi persatuan umat. Kan ndak toh?

7. Pemerintah : Jadi bgm supaya umat ttp bersatu?
Muhammadiyah: Bila ingin umat/rakyat ttp bersatu, gampang. Jauhi korupsi, aplg korupsi kitab suci dan dana haji. Pemerintah hrs adil thdp rakyatnya, walau thdp rakyat yg berbeda keyakinan/politik, jgn ada diskriminasi. Kalau jd petinggi ngomong yg baik2 saja, jgn menyinggung keyakinan yg dipegang rakyatnya, kecuali terkait maksiyat spt korupsi, dl,
Sebaiknya para pejabat pemerintah nonton bareng/Nobar film Umar bin Khattab, cermati bgn Umar bersikap adil pd rakyatnya, walau beda keyakinan sekalipun. Jgn sampai krn warga Muhammadiyah berbeda pandangan dgn Kemenag, jatah beasiswa/dana hibahnya ditahan-tahan. Salam ukhuwah wahai ulil amri.

Source: https://www.facebook.com/groups/130473450361818/permalink/487103118032181/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s