Malaikat di dua sayap ku

Waktu telah menunjukan pukul 11:52 PM untuk wilayah Indonesia Bagian Barat. teringat beberapa hari lalu ketika aku menelpon Ibu tiri ku. Panjang lebar ngobrol hal yg penting sampai tidak penting sekalipun terbahas malam itu. Sembari menemaniku makan bakso percakapan panjang lebar pun berlangsung. Ibu tiri ku pun bertanya kapan diriku akan pulang, dengan santai aku menjawab belum tau ma, mungkin 3, 4 atau 5 tahun lagi, dia pun shock mendengar dia pun ngomong “kok lama amat”
senyum terpaksa ku pun muncul karena aneh juga si respon ku. Ibu pun bertanya idul fitri tidak pulang? sepontan aku jawab ya tidak lah wong masi 3, 4 atau 5 tahun lagi…

tampak kesedihan tersendiri dari suara yang terdengar di telpon malam itu. Mama tiri ku bilang kmu kok kasihan amat si.. enggk pulang.. kalau mama ada uang mama ongkosin untuk pulang. Aku bilang saja “ah sayang uangnya ma, bolak balik menghamburkan uang, mending di tabung buat beli pakaian baru adek hari raya nanti saja.. toh ini juga keputusan ku. telpon berakhir ketika bakso di mangkok ku habis, intinya si aku butuh teman untuk menemaniku berbuka puasa hari itu. berhubung sahabat ku sudah pulang ke kampung halamannya mama tiri ku aku jadikan teman.. ketika aku pulang di kontrakan sontak aku berfikir kemana saja aku tidak menghirakukan malaikat di kedua sayapku.

walaupun ini sekilas hayal namun mereka nampak nyata menurutku, tak dapat ku pegang tak dapat ku dengar, namun kegilaan indera ku seakan itu semua ada. Tat kala aku bersedih butuh untuk aduan dalam ungkapan hati, malaikat di kedua sayap ku setia mendengarkan ku walaupun solusi dari permasalahan aku sendiri ygmenciptakan. Ah sudahlah ada atau tidak toh aku masi bisa berjuang untuk mewujudkan mimpi-mipi ku.

Sempat sebagian teman berucap “Kok sepertinya seorang ades itu gx pernah nangis ya? ketawa terus…. kamu makmur ya hidupnya?” ha ha ha
pertanyaan lucu si menurut ku dan perlu jawaban, tidak penting untuk dibahas.
Tempo hari yg lalu kata2 papa ku membuat ku semakin yakin aku pasti bisa mewujudkan mimpi-mimpiku saat kalimat yg terlontar adalah “untuk sukses itu memang harus menderita”
thanks untuk papa tercinta yang mensuport ku dalam keadaan apapun.
lelah melanjutkan apa yang ku pikirkan berhenti menulis.

———————-
Ades Saputra
Malaikat Kecil penuh mimpi.

2 thoughts on “Malaikat di dua sayap ku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s